Wamensos: Bantuan Sosial Itu Sementara, Berdaya Selamanya

Sedang Trending 4 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggeser konsentrasi dari perlindungan sosial menuju pemberdayaan dengan membangun Kampung Berdaya di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan support sosial berkarakter sementara, sedangkan pemberdayaan memberi akibat jangka panjang.

"Di Kemensos itu ada konsep baru, support sosial itu sementara, berkekuatan itu selamanya. Sekarang, Kemensos membangun kampung-kampung pemberdayaan, salah satunya di Desa Kalisalak ini," ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025).

Tak hanya itu, Agus Jabo juga menyapa dan berbincang dengan 20 KPM nan tergabung dalam satu golongan di Desa Kalisalak. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah nan aktif dalam pembuatan kerajinan anyaman, selain Kabupaten Gunung Kidul, Lumajang, Kulon Progo, dan Wonosobo.

Pada kesempatan ini, Kemensos melatih family penerima faedah (KPM) memproduksi keranjang tempat sampah berbahan tanaman mendong dan pelepah pisang. Para KPM bisa memproduksi 2 hingga 3 keranjang per hari dengan nilai satu keranjang bervariatif mulai dari Rp12.000 sampai Rp20.000. Kurang lebih setiap golongan bisa memproduksi hingga 200 keranjang per dua minggu.

"Produk anyaman dari mendong, dari pelepah pisang, menjadi tempat-tempat sampah. Ini diekspor ke Amerika, kita bekerja sama dengan pihak swasta," ujarnya.

Selain itu, Kelompok Kampung Berdaya Kemensos di Desa Kalisalak bekerja sama dengan Roemah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) di bawah naungan PT. Out Of Asia, sebuah perusahaan nan bergerak dibidang ekspor handicraft.

"Mereka menyuplai bahan-bahannya, kemudian diproduksi oleh ibu-ibu nan ada di sini. Hasil produksinya kemudian dibeli, ya, dan diekspor ke Amerika," jelas Agus Jabo.

Agus Jabo menilai Produk kerajinan berbahan dasar organik mendapat apresiasi tinggi di pasar internasional. Ia menambahkan, salah satu alasannya adalah lantaran produk ramah lingkungan ini disukai negara-negara seperti Amerika.

"Dan ini kenapa negara-negara (seperti) Amerika suka dengan tempat sampah seperti ini, lantaran ini ramah lingkungan," jelasnya.

Agus Jabo berambisi Kampung Berdaya Kemensos di Desa Kalisalak bisa menjadi desa percontohan program pemberdayaan untuk daerah-daerah lainnya.

"Sehingga perintah Pak Presiden di tahun 2026, kemiskinan ekstrem kudu nol. Di tahun 2029, kemiskinan itu kudu turun menjadi di bawah 5 persen, dengan program-program pemberdayaan seperti ini bisa terwujud ya," pungkasnya.

Salah satu KPM nan merasakan faedah Kampung Berdaya Kemensos adalah Eni Kurniawati. Ia merupakan KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dari RT 01 RW 07 Desa Kalisalak nan mengikuti program ini dari Maret 2025.

Hasilnya, sekarang Eni bisa memproduksi 2 sampai 3 keranjang sampah setiap hari, sehingga mendapatkan penghasilan tambahan sekitar Rp36.000 per hari.

"Alhamdulillah, menambah penghasilan saya, dari nan tadinya minim, sekarang agak meningkat untuk kehidupan sehari-hari," tutur Eni.

(akd/akd)

Selengkapnya