ARTICLE AD BOX
, Jakarta - Ketua Fraksi PAN DPR Putri Zulkifli Hasan menyatakan, fraksinya siap mendukung langkah pertimbangan terhadap tunjangan maupun akomodasi nan melekat pada personil DPR.
Dia menilai evaluasi tersebut merupakan bagian upaya perbaikan berkelanjutan.
"Fraksi PAN DPR memandang pertimbangan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Kami siap mengikuti setiap prosesnya, selama dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prinsip kepatutan," ujar Putri dikutip dari siaran pers, Sabtu (30/8/2025).
Dia juga membujuk seluruh anggotanya untuk terus mengedepankan sikap sederhana dan konsentrasi pada kerja-kerja kerakyatan.
Putri menekankan kesederhanaan bukan hanya soal style hidup, namun mencerminkan kesadaran bahwa setiap akomodasi dan amanah nan diterima adalah titipan rakyat.
"Yang terpenting, DPR terus menunjukkan komitmen melayani rakyat dengan penuh tanggung jawab. Evaluasi ini kami pandang sebagai langkah untuk memastikan keahlian legislatif semakin efektif dan berfaedah bagi masyarakat," jelas Putri Zulkifli Hasan.
Sebelumnya, aksi demonstrasi nan berjalan di depan Gedung DPR/MPR RI pada Senin 25 Agustus 2025 diwarnai kericuhan.
Demo nan digelar oleh sejumlah komponen masyarakat tersebut menyoroti rumor sensitif, seperti tingginya tunjangan personil Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di tengah tekanan ekonomi nan dirasakan masyarakat luas.
Para pendemo mempertanyakan penghasilan dan tunjangan personil DPR nan melampaui Rp100 juta. Kericuhan pecah mulai siang ketika massa mencoba mendekati pagar utama Gedung DPR.
Beberapa jam sebelumnya pada Kamis sore, massa nan menguasai jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dipukul mundur polisi hingga radius 1 kilometer setelah sempat terlibat bentrokan.
Demo Mahasiswa di Banten Diwarnai Aksi Blokir Jalan dan Rusak Pos Polisi
Sebelumnya, sekira seribu mahasiswa nan tergabung dalam Aliansi Simpul Sipil (Asisi) Banten memblokir perempatan Ciceri dan merusak pos polisi lampau lintas, Sabtu (30/08/2025). Barang-barang nan ada di dalam pos, seperti sofa, bangku plastik hingga rambu petunjuk arah dibakar massa.
Mahasiswa dari beragam kampus di Banten dalam tuntutannya, menolak segala kebijakan pemerintah nan tidak pro rakyat. Kemudian, meminta penanganan kasus penabrakan driver ojol, Afan Kurniawan, dilakukan secara transparan dan pelaku diberi norma setimpal.
Dalam orasinya, mahasiswa juga mendesak agar DPR tidak diberi beragam akomodasi mewah dan penghasilan nan fantastis, di tengah kesulitan masyarakat saat ini.
Berdasarkan pantauan , arus lampau lintas di sekitar letak demo lumpuh total, polisi terpaksa mengalihkan kendaraan nan bakal melewati perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten.
Sejumlah driver ojol juga turut serta dalam demonstrasi tersebut, mereka mengibarkan bendera Joly Roger dalam animasi ikonik One Piece.
Demo Ricuh di Malang: 7 Pos Polisi Rusak, 61 Orang Ditangkap
Demo solidaritas terhadap pengemudi ojol Affan Kurniawan di Malang, Jumat 29 Agustus 2025 kemarin berjalan rusuh. Sedikitnya ada 7 pos Polisi di rusak massa, 61 orang ditangkap dan 17 orang terluka dalam peristiwa tersebut.
Demo rusuh di Malang itu sendiri baru betul-betul bisa dikendalikan pada Sabtu, (30/8/2025) pagi. Puing water barrier jejak nan dibakar massa tetap berceceran di jalan protokol utama.
Selain merusak sebuah mini bus dan sejumlah akomodasi di Mapolresta Malang Kota, massa juga merusak setidaknya 7 pos polisi. Salah satunya Pos Polisi di Alun-alun Merdeka.
Pos Polisi di pertigaan Jalan Gajah Mada juga rusak, Pos Polisi Kacuk Sukun, Pos Polisi Jalan Kaliurang, Pos Polisi Jalan Bandung, Pos Polisi Jalan Kawi. Selain merusak Pos Polisi Jalan Arif Margono, massa juga membakar sebuah motor.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan ada 61 orang terdiri dari 40 dewasa dan 21 anak di bawah umur nan ditangkap dalam peristiwa rusuh demo pada Jumat malam sampai Sabtu awal hari.
"Semua tetap diperiksa keterlibatannya, jika tidak terbukti Sabtu sore ini kudu segera dibebaskan termasuk anak-anak," kata Nanang.
Sementara untuk korban luka akibat unjuk rasa nan berjalan rusuh itu tak sampai menimbulkan kerusakan akomodasi di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Rumah pemerintah ini berada persis di depan Mapolresta Malang Kota, letak demo itu.
"Tidak ada kerusakan apapun akibat unjuk rasa itu," kata Kepala Sub Bagian Humas RSSA Malang, Donny Iryan dalam keterangan resminya.
Dia menyebut gas air mata nan ditembakkan petugas kepolisian sempat masuk ke area rumah sakit. Beruntung tak berakibat langsung ke pasien maupun pengunjung.
RSSA mencatat ada 17 orang masuk ke IGD untuk menjalani perawatan akibat demo rusuh tersebut. Sampai Sabtu pagi tadi, tetap ada seorang menjalani observasi di IGD serta satu orang masuk rawat inap untuk perawatan.