ARTICLE AD BOX
, Jakarta - Bek Madura United, Roger Bonet, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia dalam kerusuhan di Jakarta (28/8/2025).
Korban nan tetap berumur 21 tahun itu datang ke letak bukan untuk menyuarakan aspirasi, tetapi hanya menjalankan tugas mengantarkan paket makanan.
Naas, sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Brigade Mobil (Brimob) menabraknya. Walau sempat diantar ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Affan menjadi martir tindakan represif abdi negara keamanan dalam mengamankan tindakan demonstran.
"Sebelum memulai, ini susah untuk berbincang tentang sepak bola setelah apa nan terjadi di Jakarta," buka pemain nan karib disapa Ruxi itu dalam sesi bertemu pers pra laga kontra Bali United.
"Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Affan, driver ojek online. Saya sangat sedih bakal perihal itu," imbuh pemain Madura United asal Spanyol tersebut.
Yuk gabung channel whatsapp untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Seharusnya Melindungi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304370/original/065689700_1754247712-IMG-20250803-WA0007.jpg)
Pria nan memegang lisensi kepelatihan A UEFA ini mengaku kaget dengan apa nan terjadi di ibu kota. Tepat di saat dia dan rekan-rekannya bakal bertanding.
Dari apa nan dia lihat di sosial media, kematian Affan Kurniawan sungguh tragis. Membuatnya cemas situasi serupa bakal terjadi di kemudian hari.
"Saya pikir polisi itu ada untuk melindungi masyarakat. Saya pikir ini tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.
Tak Takut Bersuara Lantang
Sebagai ekspatriat, pemain berjulukan komplit Roger Bonet Badia itu terbilang berani. Dirinya tak takut menyuarakan kebenaran.
Saat bermain untuk PSIS Semarang pada musim lalu, Ruxi mengungkapkan kasus tunggakan penghasilan nan mendera. Sejumlah pemain termasuk dirinya tak mendapatkan haknya selama beberapa bulan.
Kasus tersebut pada akhirnya membikin Mahesa Jenar mendapatkan larangan transfer dari FIFA. Hingga saat ini, tunggakan penghasilan tersebut belum terselesaikan.
Ajari Arti Demokrasi
Kegusaran Ruxi terhadap apa nan terjadi di Indonesia, diungkapkan lewat media sosialnya. Tak sepantasnya masyarakat dikebiri saat menyuarakan pendapatnya.
"Kematian di tangan polisi tidak dapat diterima. Demokrasi berfaedah melindungi rakyat, bukan membungkam mereka."
"Indonesia kudu bercermin, melakukan reformasi, dan memastikan perihal ini tidak pernah terjadi lagi. R.I.P."
"Hidup kita mulai berhujung pada hari di mana kita tak bersuara terhadap hal-hal nan penting. Keadilan untuk Affan. Keadilan untuk Indonesia," tutupnya.