Gendhing Raja Manggala Mengalun, Sultan Hbx Minta 8 Pedemo Dibebaskan

Sedang Trending 5 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sleman, --

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta delapan pedemo nan sempat berunjuk rasa di Mapolda DIY  agar dibebaskan.

Hal itu disampaikan Sultan kepada pedemo usai menemui Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono di tengah berlangsungnya massa aksi.

Raja Keraton Yogyakarta itu meminta delapan orang nan telah diamankan kepolisian untuk dilepaskan.

Interaksi Sultan dan para pedemo ini juga diiringi lantunan Gendhing Raja Manggala nan diputar menggunakan pengeras bunyi di Mapolda DIY, Sleman. Sri Sultan mencoba menenangkan massa tindakan lewat kesempatan ini.

"Saya sudah juga berbincang dengan bapak Kapolda, berbareng saya ada delapan orang nan itu semua adalah teman-teman anda. Bersama ini juga berbareng saya juga berada di sini, saya kembalikan kepada saudara-saudara. Karena itu kawan anda, Anda semua," kata Sultan kepada para pedemo di Mapolda DIY, Sleman, Sabtu (30/8) awal hari WIB.

Sultan mengaku besar harapannya dengan dilepaskannya kedelapan orang ini maka ruang perbincangan berkepanjangan menjadi terbuka antara pemerintah, kepolisian dan pengunjuk rasa.

Sultan pun bersedia menjadi cerobong untuk menyampaikan segala macam problematika nan dirasakan masyarakatnya ke pemerintah pusat. Termasuk, kalangan pengemudi ojek online (ojol) pascatragedi meninggalnya Affan Kurniawan nan dilindas rantis Brimob di area Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8) malam lalu.

Almarhum dilindas rantis Brimob nan diterjunkan untuk memecah massa tindakan mengecam tunjangan dahsyat DPR.

"Saya menghargai apa nan Anda semua lakukan. Apa nan Anda semua lakukan itu salah satu dari kemauan kita berbareng untuk tumbuhnya pendemokrasian di Jogja. Saya pun sepakat dengan itu," kata Sultan nan mengaku baru saja pulang dari Jakarta itu.

"Hanya saya berambisi pendemokrasian itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya pun juga. Karena apalagi Jogjakarta ini tidak ada kebiasaan selalu terjadi kekerasan-kekerasan di dalam membangun demokrasi," sambungnya.

Sultan turut meminta agar para pedemo di sekitaran Mapolda DIY segera menyudahi aksinya dan pulang ke kediaman masing-masing. Terlebih, waktu kala itu telah menunjukkan pukul 01.00 WIB lebih.

"Mari kita sama-sama pulang dan tidur. Kita sudah capek, semuanya ada di sini. Saya kira itu saja nan bisa saya sampaikan. Jadi kelak tindak lanjutnya kelak kita bisa didiskusikan," katanya.

Api berkobar di Mapolda DIY

Sementara itu, berasas pantauan pada pukul 01.30 WIB, beberapa titik api berkobar di Mapolda DIY. Di antaranya dari instansi SPKT serta dari videotron di markas kepolisian tersebut.

Si jago merah juga nampak berkobar dari arah gedung samping alias sebelah barat Mapolda DIY nan dulu dipergunakan sebagai instansi sebuah media massa.

Hingga pukul 02.00 WIB, sejumlah massa tindakan tetap memperkuat di sekitaran Mapolda DIY. Ada pula sebagian nan terlihat memerlukan pertolongan medis.

Unjuk rasa pada Jumat lampau terjadi setelah pengemudi ojek online (Ojol) Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis malam saat demo mengecam tunjangan DPR di Jakarta, Kamis (28/8) malam.

Dalam beberapa hari terakhir, penduduk dari beragam komponen berdemo di sekitar gedung DPR/MPR. Massa tindakan mengkritik keras kebijakan DPR belakangan, salah satunya tunjangan rumah bagi personil parlemen.

Selain di Yogyakarta, demo serupa juga terjadi di beberapa kota lain di Indonesia seperti Surabaya, Makassar, dan Bandung. Bahkan tindakan tetap membara Jumat malam.

(kum/kid)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya