Keponakan Prabowo: Partai Gerindra Setuju Tunjangan Anggota Dpr Dihentikan

Sedang Trending 13 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

, Jakarta Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono mengatakan partainya telah mendengarkan keluhan masyarakat mengenai tunjangan personil DPR. Dia setuju tunjangan - tunjangan personil DPR nan tak memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat dihentikan dan dievaluasi. 

"Fraksi Gerindra telah mendengar keluhan serta tuntutan masyarakat terutama mengenai tunjangan-tunjangan personil majelis nan mencederai emosi dan kepercayaan rakyat. Untuk itu kami siap untuk meninjau ulang, serta menghentikan tunjangan-tunjangan tersebut," kata Budi dikutip dari siaran persnya, Sabtu (30/8/2025).

Partai Gerindra Minta Maaf

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra ini juga menyampaikan permohonan maaf andaikan peran Fraksi Gerindra belum optimal dalam mewakili dan menyerap aspirasi maupun keluh kesah masyarakat. Budi menyadari bahwa kebebasan beranggapan masyarakat kudu dilindungi.

"Dengan tulus saya memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Kami sadar bahwa kerakyatan kita berdiri di atas prinsip kebebasan berpendapat, nan bukan hanya dijamin, tetapi juga kudu dilindungi," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Keponakan Presiden Prabowo ini turut menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan nan mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam sejumlah kejadian tindakan demonstrasi di beragam wilayah dalam beragam hari terakhir ini.

Salah satunya, pengemudi ojek online berjulukan Affan Kurniawan nan meninggal bumi lantaran terlindas rantis Brimob.

Menurut dia, rangkaian tragedi nan terjadi merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat. Budi menyebut perihal ini kudu dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem dan tata kelola bernegara.

"Atas nama pribadi dan Fraksi Gerindra, saya menyampaikan duka cita nan mendalam kepada family korban, baik di Jakarta, Makassar, maupun di kota-kota lainnya," tutur Budi.

"Jatuhnya korban dalam kejadian demonstrasi ini bukan hanya menjadi duka bagi family nan ditinggalkan, tetapi juga duka bagi kita semua sebagai sebuah bangsa," tutupnya.

Selengkapnya