ARTICLE AD BOX
Selasa, 25 Feb 2025 18:37 WIB

Jakarta, --
Wakil Wali Kota Cimahi, Jawa Barat, Adhitia Yudisthira mengatakan investasi di wilayah tersebut turun dua tahun terakhir. Salah satu faktornya diduga lantaran premanisme oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).
Oleh karena itu, dia bilang Pemkot Cimahi bakal menertibkan oknum personil organisasi masyarakat (ormas) nan melakukan tindakan premanisme hingga mengganggu suasana investasi dan keamanan masyarakat.
"Kemarin saya sampaikan mengenai tren menurunnya investasi di kota Cimahi. Saat kita pelajari lebih dalam memang aspek dan variabel penyebabnya banyak. Tapi rupanya salah satunya adalah penanammodal enggan berinvestasi di Cimahi lantaran tingginya tingkat premanisme, intimidasi dari oknum-oknum ormas di kota Cimahi," kata Adhitia, Selasa (25/2) seperti dikutip dari detikJabar.
Adhitia mengatakan pembinaan dan penertiban ormas tersebut krusial dilakukan jika mau mendongkrak potensi investasi nan belakangan sedang lesu.
Berdasarkan info Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, realisasi invetasi di Kota Cimahi menurun selama dua tahun belakangan. Di tahun 2023, tercatat realisasi investasi hanya Rp1,89 triliun dari sasaran Rp2,11 triliun.
Pada tahun 2024, realisasinya turun menjadi Rp1,36 triliun dari sasaran Rp2,11 triliun.
Adhitia mengatakan penertiban nan dilakukan terhadap oknum-oknum ormas dilakukan agar jumlah dan mereka nan aktif di dalamnya nantinya lebih tertata agar tak bertindak seenaknya.
"Ini bakal kita berantas, rapikan, dan kita bina. Bukan berfaedah kita musuhi alias dihilangkan, tapi kita bina. Toh ujung-ujungnya aspek ekonomi. Kalau misalnya bisa tertib dan mau diatur hayu ikut, kita tidak cemas lantaran masyarakat ada di belakang kita," kata Adhitia.
Dia mengatakan di bawah kepemimpinan Ngatiyana dan Adhitia, mereka berusaha untuk mengundang penanammodal guna menanamkan modalnya di Kota Cimahi.
"Sekarang saya lagi coba rayu beberapa penanammodal agar masuk di Cimahi. Makanya kami berambisi situasi kondusif sehingga bisa terealisasi dan tahun depan bisa terealisasi juga," kata Adhitia.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(ugo/tim)
[Gambas:Video CNN]