Sidang Isbat Ramadan 2025, Bagaimana Prosesnya Dan Siapa Yang Terlibat?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memprediksi potensi kesulitan dalam pengamatan bulansabit pada 28 Februari 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan perbedaan penetapan awal Ramadhan antara pemerintah dan beberapa organisasi Islam. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, telah memberikan penjelasan perincian mengenai potensi kesulitan pengamatan hilal. Penjelasan tersebut disampaikan melalui kanal News . Meskipun ada potensi perbedaan, proses sidang isbat tetap menjadi referensi utama dalam menentukan awal Ramadhan di Indonesia.

Kemenag memastikan bahwa keputusan akhir mengenai awal Ramadhan bakal diumumkan secara resmi setelah sidang isbat selesai. Umat Muslim diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kemenag dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini bakal dihadiri oleh beragam pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, mahir falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad.

Kesimpulannya, Sidang Isbat pada 28 Februari 2025 bakal menjadi penentu awal Ramadhan 1446 H di Indonesia. Proses nan melibatkan beragam pihak ini bermaksud untuk memastikan keakuratan dan keseragaman penetapan awal Ramadhan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.

Selengkapnya