Patroli Skala Besar Tni-polri, Wakapolri: Menjamin Keamanan Masyarakat

Sedang Trending 4 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin penguatan operasi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca tindakan kerusuhan di beberapa daerah. Polri mengambil langkah dengan menggelar patroli skala besar campuran TNI-Polri di seluruh Indonesia.

Komjen Dedi mengatakan patroli ini untuk menindaklanjuti perintah langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dedi mengatakan patroli skala besar ini untuk menjamin keamanan masyarakat.

"Atas perintah Bapak Kapolri, saya instruksikan seluruh Polda dan Polres untuk segera melaksanakan patroli skala besar secara campuran dengan TNI. Tujuannya jelas: menjamin keamanan masyarakat dari ancaman para perusuh dan pelaku anarkis. Kami datang untuk melindungi setiap jiwa, setiap kekayaan benda, dan setiap akomodasi milik rakyat," kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Minggu (31/8/2025).

Wakapolri mengatakan bahwa tidak ada ruang bagi anarkismen dan vandalisme. Patroli ini bakal dilakukan hingga tingkat RT/TW.

"Kami memahami keresahan dan kekhawatiran masyarakat, khususnya mengenai rumor penjarahan nan marak diberitakan. Untuk itu, kami pertegas komitmen: tidak ada ruang bagi anarkisme dan vandalisme. Patroli kami lakukan hingga ke tingkat RT/RW untuk memastikan lingkungan Anda aman. Setiap pelaku nan memanfaatkan situasi untuk melakukan kejahatan, seperti penjarahan di rumah pribadi maupun akomodasi umum, bakal kami tindak dengan tegas," katanya.

"Dalam perintah nan tegas, Bapak Kapolri juga memerintahkan agar pengamanan seluruh Markas Kepolisian dan Asrama Polisi wajib dipertahankan dan diperkuat. Jangan sampai simbol negara dan simbol kedaulatan norma ini disentuh, apalagi di dalamnya ada keluarga, tahanan dan peralatan rawan nan tidak boleh jatuh di tangan pelaku kejahatan. Institusi Polri adalah representasi negara dalam menjamin keamanan, dan kami bakal menjaga kewibawaan negara hingga titik darah penghabisan," tegas Wakapolri melanjutkan perintah Kapolri.

Lebih lanjut, Dedi membujuk seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi menjaga lingkungan masing-masing. Dia mengatakan Polri tidak bisa bekerja sendirian.

"Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi TNI, Polri, dengan support penuh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda adalah kunci. Masyarakat adalah mata dan telinga kami. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan dan setiap potensi gangguan ke Bhabinkamtibmas, Polsek, alias Polres terdekat. Komunikasi nan baik antara masyarakat dan abdi negara bakal memutus mata rantai kejahatan dan menciptakan rasa kondusif nan kita dambakan," paparnya.

Wakapolri juga menenangkan masyarakat. Dia mengimbau masyarakat agar tidak termakan hasutan dan hoaks.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia, kami minta agar tetap tenang. Jangan termakan hasutan dan hoaks nan menimbulkan kepanikan. Aparat TNI-Polri telah disiagakan penuh di lapangan. Kami jamin, kami bakal bertindak profesional, terukur, dan sesuai prosedur norma nan bertindak dengan tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Tidak perlu ada keraguan, lantaran ketegasan kami adalah corak perlindungan untuk kedaulatan dan ketenteraman Anda semua," kata dia.

"Tujuan utama kami adalah pemulihan keamanan nan sigap dan menyeluruh. Dengan patroli rutin, imbauan persuasif, serta support penuh dari seluruh lapisan masyarakat, kami percaya situasi dapat segera normal dan kondusif. Kami menjaga Indonesia, kami melindungi rakyat Indonesia," pungkasnya.

(lir/imk)

Selengkapnya