ARTICLE AD BOX
Technoz, Jakarta - Pengeluaran jasa teknologi komputasi awan (cloud) publik di area Asia Pasifik terus meningkat. Hal ini didorong oleh modernisasi prasarana teknologi informasi nan pesat, integrasi kepintaran buatan (artificial intelligence/AI), serta adanya machine learning.
Berdasarkan pedoman pengeluaran perangkat lunak dan jasa cloud publik seluruh bumi dari International Data Corporation (IDC), pasar jasa cloud publik di area diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan campuran (CAGR) sebesar 19,8% dari 2025-2029. Angkanya naik dari US$53 miliar (setara Rp864 triliun) pada 2024 menjadi US$131 miliar (setara Rp2,1 kuadriliun).
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan mengambil Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS), Platform sebagai Layanan (PaaS), dan Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS), di mana menjadi krusial bagi upaya nan mau meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong inovasi.
Sektor-sektor utama seperti pemerintahan, jasa kesehatan, dan perbankan memimpin dalam modernisasi prasarana IT, nan makin mempercepat mengambil cloud di seluruh area Asia Pasifik.
Pergeseran area tersebut menuju strategi cloud-first tengah membentuk kembali prioritas upaya dan menyelaraskan investasi teknologi dengan tujuan organisasi nan lebih luas.