Gubernur Bengkulu Larang Wisuda-study Tour Sekolah

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, --

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melarang karya wisata alias study tour dan wisuda di sekolah dari mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA sederajat.

Helmi mengaku telah menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk tidak melakukan aktivitas tersebut.

Larangan tersebut diberlakukan lantaran dia tidak mau membebani orang tua murid. Sebab, dia mendapatkan banyak keluhan mengenai adanya pungutan sekolah untuk aktivitas study tour ataupun aktivitas wisuda di sekolah.

"Kepada seluruh kepala dinas, kepala sekolah di Provinsi Bengkulu, hari ini saya mencermati banyak sekali keluh kesah orang tua wali siswa ketika menyekolahkan anaknya baik PAUD, TK, SD hingga SMA. Oleh lantaran itu, saya melarang untuk mengadakan study tour," kata Helmi, Selasa (25/2) seperti dikutip dari detikSumbagsel.

Helmi mengaku keputusan ini dibuatnya, lantaran mendapat banyak masukan dan saran dari masyarakat alias orang tua murid.

"Selain study tour, aktivitas wisuda di sekolah pun tidak dibenarkan lagi lantaran memberatkan wali murid," jelas Helmi.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan bakal mengevaluasi wisuda nan biasa digelar pihak sekolah. Menurutnya wisuda sekolah itu tak mempunyai relevansi, dan condong biayanya memberatkan.

Hingga saat ini, tetap banyak sekolah TK-SMA nan mengemas momen kelulusan dalam corak wisuda. Beberapa orang tua mengaku keberatan lantaran wisuda tersebut memerlukan biaya.

"Ada pertanyaan, Kang Dedi jika TK, SD, SMP bagaimana? Masih tuh kegiatannya dilaksanakan study tour, kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan," kata Dedi dalam unggahan video di IG @dedimulyadi71 saat melangkah kaki sekaligus olahraga santuy di tengah aktivitas retret kepala daerah, Akmil Magelang, Minggu (23/2).

Dedi beranggapan bahwa aktivitas wisuda di TK alias SD tak cukup relevan dengan usia dan kebutuhan mereka. Tak sedikit juga sekolah nan menurut Dedi membikin momen wisuda disertai aktivitas tak masuk akal.

"Masih ada aktivitas TK-TK nan tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh," ungkapnya.

Dedi menginginkan agar aktivitas tersebut dapat dievaluasi dengan baik. Untuk itu, dia bakal membujuk para Bupati dan Wali Kota berbincang dan berkomitmen untuk membenahinya.

Terkait larangan study tour, beberapa waktu sebelumnya Dedi menegaskan itu didasari pertimbangan beban siswa di wilayah Jawa Barat. Dia mewacanakan sejak sebelum dia dilantik Prabowo.

Pada hari dilantik sebagai gubernur di istana kepresidenan Jakarta pada Kamis (20/2), Dedi mengatakan dirinya langsung mencopot Kepsek SMAN 6 Depok gara-gara aktivitas study tour.

"Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok lantaran dia melanggar surat info gubernur nan tidak boleh siswanya berjalan ke luar provinsi," kata Dedy kepada awak media di istana, Jakarta, Kamis (20/2).

Baca buletin lengkapnya di sini.

(ugo/kid)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya