ARTICLE AD BOX
Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berbareng Impact Investment Exchange (IIX) menargetkan mobilisasi modal hingga US$5 miliar alias setara sekitar Rp81,29 triliun (kurs Rp16.258 per dolar AS) pada 2030, melalui pengembangan Orange Capital Markets.
Inisiatif ini bakal memanfaatkan instrumen finansial inovatif berupa Orange Bonds dan Orange Sukuk nan mengintegrasikan kesetaraan kelamin dalam pembiayaan berkelanjutan. Orange Capital Markets dirancang untuk memperkuat peran Indonesia dalam pasar modal berkelanjutan, khususnya mendukung proyek-proyek nan berfokus pada wanita serta upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagai inti inisiatif ini, dua kerangka kerja nasional resmi diluncurkan. Pertama, Kerangka Kerja Orange Bond Indonesia nan memuat pedoman komprehensif dalam perancangan, penerbitan, dan verifikasi obligasi berperspektif gender. Panduan ini berdasarkan Prinsip Orange Bond nan mencakup alokasi modal positif gender, penguatan kapabilitas dan kepemimpinan berwawasan gender, serta transparansi dalam proses dan pelaporan.
Kedua, Kerangka Kerja Orange Sukuk Indonesia nan mengadaptasi prinsip serupa ke dalam pembiayaan berbasis syariah. Selaras dengan Maqasid al-Shariah, prinsip pendukung aset (asset-backing), dan izin finansial syariah nasional, kerangka ini memberikan jalur jelas untuk mengintegrasikan tujuan kesetaraan kelamin dan inklusi sosial ke dalam strukturisasi sukuk, tata kelola, serta pengukuran dampaknya.
Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi menyebut minat korporasi menerbitkan instrumen utang berkepanjangan terus meningkat. BEI pun aktif mendorong publikasi nan sejalan dengan nilai keberlanjutan, termasuk mitigasi perubahan iklim.