Bagaimana Posisi Pdip Usai 19 Kader Kepala Daerah Ikut Retret?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, --

Sebanyak 19 kepala wilayah nan merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP) akhirnya berasosiasi mengikuti retret di Kompleks Akmil Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2).

Mereka datang berselang empat hari setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepala wilayah dari PDIP menunda perjalanan ke Magelang. Instruksi itu keluar tak lama setelah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ditahan KPK pada Kamis (20/2).

Gubernur Jakarta Pramono Anung kemungkinan menjadi kepala wilayah dari PDIP terakhir nan masuk dan mengikuti retret tersebut. Sementara itu, kader lainnya disebut ada nan diwakili Sekretaris Daerah atas izin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

"Intinya ini tunjukkan sampai sekarang saya nan mungkin masuk terakhir, nan lain Sekda. Maka, iya sudah kami semua ikuti retret secara baik-baik," kata Pramono, Senin.

Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai ada komunikasi politik nan sedang coba ditawar PDIP kepada pemerintahan Prabowo Subianto di kembali keputusan bergabungnya sejumlah kader ke dalam agenda retret.

Ia menduga kuat komunikasi politik tersebut berangkaian dengan penahanan Hasto nan disebutnya sebagai tangan kanan Mega.

"Sangat mungkin ya lantaran hari terakhir ini delegasi kepala wilayah dari PDIP mulai mengalir ke Magelang, ada jarak 4 hari masa penyesuaian bleeding tadi, saya memandang ada komunikasi politik nan mungkin saja terjadi di panggung belakang dan sampai pada satu momen teman-teman kepala wilayah tadi mulai berdatangan," ujar Agung dikutip dari obrolan Political Show , Selasa (25/2).

Menurut dia, kepala wilayah kader PDIP menghadapi emosi dilema apakah kudu mengikuti petunjuk ketua umum partai alias agenda kenegaraan.

Namun, dengan kehadiran sejumlah kepala wilayah kader PDIP di tengah penyelenggaraan retret, Agung meyakini ada komunikasi politik nan coba dibangun. Dalam perihal ini dia menduga kuat berangkaian dengan penangguhan penahanan Hasto.

"Ini semacam area alias situasi abu-abu nan akhirnya membuat... ini dilematisnya luar biasa: milih negara alias partai. Dan harapannya dengan dilema ini ada semacam diskresi alias penyesuaian dari PDIP maupun negara bahwa jangan sampai kader-kader PDIP nan kepala wilayah ini dirugikan," ucap Agung.

"Saya menduga ada lantaran jarak 4 hari waktu nan lama dalam politik. Tidak mungkin serta merta kepala wilayah ini mulai mengalir ke Magelang tanpa ada pengarahan alias petunjuk dari Ibu Ketua Umum," tambah dia.

Posisi PDIP

Agung memandang posisi PDIP terhadap pemerintahan Prabowo pada hari ini dalam dua faktor, ialah sebagai mitra kritis dan mitra strategis.

"Itu tergambar jelas ketika ada kader PDIP nan datang ke retret secara bertahap, kemudian ada kader PDIP nan juga belum datang sama sekali. Ini menggambarkan gimana posisi DPP nan begitu kritis atas nama Ibu Mega, tapi ada juga konteks DPR RI nan dipimpin oleh kader PDIP atas nama Mba Puan nan berkedudukan sebagai mitra strategis, lebih toleran, kompromi terhadap pemerintahan Prabowo hari ini," kata dia.

Agung menilai dua aspek tersebut nan menjadikan PDIP bisa menjaga posisi tawar di hadapan kekuasaan.

"Yang jelas PDIP mau memastikan setiap aspirasi nan dia miliki baik oleh kader, konstituen maupun bagi elite di internal partai bisa dibawa dan dilanjutkan dalam ranah konkret dan jelas untuk memastikan bahwa mereka mempunyai basis, pengarahan nan jelas sekaligus posisi tawar tetap strategis di mana pun berada," imbuhnya.

Perlawanan Mega

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah beranggapan PDIP mulai berani menunjukkan perlawanan pada pemerintahan Prabowo. Instruksi penundaan mengikuti retret dinilai cukup mengkhawatirkan.

"Bisa saja ke depan petunjuk serupa diarahkan ke DPR, di mana kader PDIP juga dominan. Jika ini dilakukan, Prabowo terancam kehilangan kepercayaan dan legitimasi PDIP," kata Dedi saat dihubungi melalui pesan tertulis.

Senada dengan Agung, dia pun menduga ada komunikasi politik nan sedang dibangun dengan hadirnya belasan kepala wilayah kader PDIP di agenda retret.

"Bisa saja, ini bagian dari upaya PDIP selamatkan Hasto, tawar menawar dengan Prabowo Subianto," pungkas Dedi.

(tsa/ryn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya