ARTICLE AD BOX
loading...
Lebih dari 130.000 orang lenyap misterius di Meksiko. Foto/X/@PagerFella69
NEW MEXICO - Ribuan orang telah menggelar protes di seluruh Meksiko untuk menyoroti banyaknya kasus penghilangan paksa di negara itu. Mereka menuntut tindakan lebih lanjut dari para pejabat untuk mengatasinya.
Keluarga dan teman-teman orang hilang, serta aktivis kewenangan asasi manusia, berbanjar di jalan-jalan Mexico City, Guadalajara, Córdoba, dan kota-kota lainnya menuntut keadilan dan mendesak pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum untuk membantu menemukan orang-orang terkasih mereka nan hilang.
130.000 Orang Hilang Misterius di Negara Ini, Apa Pemicunya?
1. Dipicu Perang Melawan Narkoba
Lebih dari 130.000 orang telah dilaporkan lenyap di Meksiko. Hampir semua kasus penghilangan paksa terjadi sejak 2007, ketika Presiden Felipe Calderón saat itu melancarkan "perang melawan narkoba".
Dalam banyak kasus, mereka nan lenyap telah direkrut secara paksa ke dalam kartel narkoba – alias dibunuh lantaran melawan.
Baca Juga: Mengapa Perang Ukraina Terus Berlanjut?
2. Dipaksa Bergabung dengan Kartel Narkoba
Meskipun kartel narkoba dan golongan kejahatan terorganisir merupakan pelaku utama, pasukan keamanan juga disalahkan atas kematian dan penghilangan paksa.
Melansir BBC, tersebar luasnya kota, negara bagian, dan kotamadya tempat demonstrasi diadakan menggambarkan sejauh mana masalah penghilangan paksa memengaruhi organisasi dan family di seluruh Meksiko.
Dari satu ujung ke ujung negara – dari negara bagian selatan seperti Oaxaca hingga utara seperti Sonora dan Durango – ribuan aktivis dan personil family orang lenyap berunjuk rasa membawa plakat bergambar wajah kerabat mereka, untuk menuntut pihak berkuasa bertindak lebih lanjut dalam menangani masalah ini.
Di Mexico City, pawai tersebut membikin lampau lintas di ibu kota macet total, sementara protes bergerak menuju jalan utama.
3. Mencari Kuburan Massal
Banyak family terdampak telah membentuk tim pencari, nan dikenal sebagai "buscadores", nan menyisir pedesaan dan gurun-gurun di Meksiko utara, mengikuti informasi, seringkali dari kartel itu sendiri, mengenai keberadaan kuburan massal.