ARTICLE AD BOX
Jakarta -
Pemerintah Spanyol telah mengevakuasi 44 anak nan terluka alias sakit dari Gaza, berbareng sekitar 100 kerabat mereka selama beberapa bulan terakhir.
Empat misi pemindahan terpisah tersebut dilaksanakan dengan berkoordinasi berbareng sejumlah organisasi internasional dan negara-negara sekutu, demikian pernyataan Kementerian Migrasi Spanyol, nan memimpin operasi tersebut.
Dilansir instansi buletin AFP, Rabu (13/8/2025), Kementerian Migrasi Spanyol mengatakan bahwa anak-anak tersebut dan family mereka telah direlokasi ke Spanyol untuk menerima perawatan medis.
Mereka nan dibawa ke Spanyol akan memenuhi syarat untuk mengusulkan suaka.
Menteri Migrasi Elma Saiz mengatakan operasi tersebut menunjukkan bahwa "solidaritas dan kerja sama internasional menyelamatkan nyawa".
Pemerintahan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez merupakan salah satu pengkritik paling vokal di Uni Eropa atas kampanye militer Israel nan sedang berjalan di Gaza.
Perang di Gaza tersebut terjadi menyusul serangan besar-besaran nan belum pernah terjadi sebelumnya oleh golongan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, nan telah mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar penduduk sipil, menurut penghitungan AFP berasas info resmi.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Israel melancarkan serangan militer nan telah menewaskan sedikitnya 61.499 orang di Gaza, sebagian besar penduduk sipil, menurut info dari Kementerian Kesehatan wilayah nan dikuasai Hamas tersebut.
(ita/ita)