Petisi Hingga Seruan Pemuka Agama Di Tengah Gelombang Demo Pekan Ini

Sedang Trending 4 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, --

Aksi massa nan berasal dari unjuk rasa memprotes dan menuntut keadilan atas kematian pengemudi ojek online (Ojol) Affan Kurniawan usai dilindas kendaraan taktis Brimob dalam demo 28 Agustus membara di sejumlah kota hingga Jumat (29/8) malam ini.

Di sejumlah kota, kericuhan apalagi berjalan hingga Sabtu (30/8) awal hari WIB.

Sejumlah pemuka kepercayaan pun menelurkan Petisi Keprihatinan Kebangsaan, dan tokoh bangsa pun mengeluarkan seruan meminta semua pihak menahan diri agar tindakan demonstrasi tak kembali menyantap korban jiwa dan merusak.

Dalam petisi keprihatinan kebangsaan dari pemuka kepercayaan alias rohaniwan lintas kepercayaan nan diterima CNNIndonesia.com, membujuk 'Semua komponen bangsa, dimulai dari Semua Umat Beragama dan Berkeyakinan bermohon dan berkarya dalam karya karya Rekonsiliasi Transformatif dan Inkarnatif membalut luka dan menjadi setara dalam kebenaran'.

"Sebagai bagian dari Bangsa nan merupakan Rencana Tuhan bagi kita, dan sebagai Rohaniwan nan melangkah berbareng semua anak bangsa, kami dengan ini, 1. Menyatakan Keprihatinan atas peristiwa beruntun akhir akhir ini nan membawa kulminasi kemarahan rakyat di Jalan, di Media Sosial, dan di beragam ruang publik. Realitas ini nyata dan kudu dilihat dari perspektif korban, bukan semata kepentingan elite bangsa," demikian pembuka Petisi Keprihatinan Kebangsaan dari rohaniwan nan mengatasnamakan 92 tokoh lintas agama.

Beberapa nama dari pendukung petisi itu adalah Dadang Sudarja (LPBINU Jabar),  Budi Setiawan (MDMC/Muhammadiyah), Syamsul Ardiansyah (Dompet Dhuafa), Ferdo Raturandang (ketua Bikers For Christ Indonesia), Pdt Hananto Kusumo (GKJ/UKSW), dan Pendeta Victor Rembeth.

Victor mengonfirmasi soal petisi tersebut saat dihubungi CNNIndonesia.com.

"Keprihatinan rakyat itu semestinya juga menjadi bagian dari empati kepercayaan dan kepercayaan sebagai bagian integral dari semua sisi kehidupan masyarakat nan tidak bisa terlepas dari tugas-tugas panggilan rohani," ujar mereka dalam petisi itu.

"Karena itu dalam koinonia/ukhuwah kebangsaan, kami juga meminta agar pertobatan terjadi kepada semua ketua bangsa nan lupa menyejahterakan rakyat dan kemaruk menikmati pesta pora kekuasaan nan memperkaya diri dan golongan dalam tindakan Korupsi-Kolusi-Nepotisme nan akut," sambungnya.

Mereka juga meminta para 'buzzer, pemain politik, apalagi rohaniawan sebaiknya kembali kepada nurani, bukann larut dalam pusaran pembenaran nan salah, ataupun menyalahkan nan benar'.

"Kami membujuk semua nan mencintai Bangsa ini, dan berupaya jalan dalam Kebenaran untuk mengamini seruan kami rohaniwan nan prihatin dan sedih, namun tetap cinta kepada Bangsa ini," kata mereka.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membujuk masyarakat menghentikan tindakan demo nan berkarakter pemberontak hingga menimbulkan kerusakan dan kerusuhan bagi publik. MUI memahami bahwa demo adalah kewenangan publik dalam menyampaikan aspirasi, namun diimbau tak menimbulkan kerusakan dan keresahan ke masyarakat.

"Demo adalah kewenangan penduduk negara, tetapi ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesulitan bagi publik, saya kira itu kudu dihentikan," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Masduki Baidlowi seperti dikutip dari Antara, Jumat.

Selain itu, Masduki meminta abdi negara kepolisian mengedepankan langkah persuasif. Dia mengimbau semua pihak menjaga ketenangan.

"Kepada para aparat, lakukan langkah-langkah pengamanannya itu nan persuasif. Saya kira abdi negara juga sudah melakukan langkah-langkah itu. Oleh lantaran itu, tolong rasa kesabaran ditingkatkan, dan emosinya itu kudu ditahan," kata Masduki.

Selain itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla namalain JK meminta semua pihak menahan diri dan menjaga kondisi tetap kondusif dan terkendali.

Ia mengingatkan, andaikan ini meluas, bakal berakibat langsung kepada kehidupan masyarakat Indonesia.

"Jika kita bergolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi bakal berhenti. Ini bisa berakibat panjang," ujarnya dalam keterangan, Jumat.

Dia nan juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol), akibat ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam.

JK kemudian meminta kepolisian untuk mengadili dan menindak tegas personil nan terlibat dalam kejadian tersebut ataupun pihak nan menyebabkan meninggalnya Affan Kurniawan.

Dalam kesempatan itu, JK menyampaikan pesan unik kepada pejabat serta wakil rakyat untuk menahan diri dan menyaring betul-betul setiap ucapan dan tindakan.

"Ini menjadi pelajaran nan besar. Para pejabat, personil DPR untuk menahan diri. Jangan asal bicara nan bisa menghina dan menyakiti hati masyarakat," imbau JK

Selebihnya, dia mengingatkan pemerintah untuk secara bersama-sama menjaga kondisi tetap kondusif. JK cemas andaikan terjadi terus menerus bakal berpengaruh pada kehidupan semua pihak.

(kid/kid)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya