Menbud Tekankan Pentingnya Hidupkan Kembali Potensi Budaya Raja Ampat

Sedang Trending 7 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menghadiri Sarasehan Budaya di Papua Barat Daya berbareng para pemangku kepentingan daerah, organisasi budaya, seniman, serta budayawan. Pada aktivitas ini, para pelaku seni dari beragam wilayah menampilkan karya dan pendapat mereka sebagai upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Papua Barat Daya.

Dalam perbincangan kebudayaan tersebut, Fadli menekankan pentingnya menghidupkan kembali potensi budaya di Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat. Menurutnya, Papua Barat Daya tidak hanya dikenal dengan keelokan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak peradaban dan tradisi nan kaya.

"Kita memandang potensi budaya nan luar biasa di Papua Barat Daya, termasuk di Raja Ampat, nan meninggalkan banyak jejak budaya dan peradaban masa lalu. Ekspresi budaya berupa tarian, musik tradisional seperti tambur, dan seni pagelaran lainnya perlu terus dihidupkan dan diwariskan secara berkelanjutan," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Lebih lanjut, Fadli mengungkapkan pelestarian budaya tidak hanya krusial dari sisi identitas dan sejarah, tetapi juga berkedudukan dalam memperkuat sektor pariwisata.

"Upaya memajukan kebudayaan ini juga bakal memberikan akibat pada hilir pariwisata kita, sehingga kebudayaan dan pariwisata dapat melangkah beriringan di Papua Barat Daya, termasuk di Raja Ampat," tambahnya.

Melalui sarasehan budaya ini, Kemenbud berbareng pemerintah daerah, komunitas, dan para pegiat seni-budaya sepakat untuk menjaga serta mengembangkan budaya Papua Barat Daya. Dengan begitu, warisan ini dapat tetap hidup, relevan, dan memberi faedah bagi masyarakat setempat maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai informasi, sarasehan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau; serta Wakil Bupati Waisai Raja Ampat, Mansur Syahdan. Turut datang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya; serta Arkeolog, Daud Aris Tanudirjo.

Selain itu, dari jejeran Kemenbud turut datang Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayudha; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXIII, Nahar Cahyandaru.

(anl/ega)

Selengkapnya