ARTICLE AD BOX
Venus Feng - News
Bloomberg, Penghapusan pencatatan saham (delisting) China Evergrande Group menjadi penanda suram bagi sektor properti China nan sekarang memasuki tahun keempat stagnasi, terus membebani perekonomian terbesar kedua di bumi itu.
Perusahaan nan pernah menjadi developer terbesar di China berasas penjualan ini bakal resmi dihapus dari Bursa Efek Hong Kong pada 25 Agustus. Keputusan ini diambil satu separuh tahun setelah perdagangan sahamnya dihentikan dan nyaris 16 tahun sejak perusahaan nan berbasis di Guangzhou tersebut pertama kali melantai di bursa.
Penghapusan saham ini dilakukan setelah tim likuidator menemukan beban utang Evergrande mencapai sekitar HK$350, jauh lebih besar dari nan pernah diungkap sebelumnya.
Setelah lebih dari setahun menelusuri laporan finansial dan jaringan entitas perusahaan, para likuidator menilai kesempatan Evergrande untuk melakukan restrukturisasi menyeluruh sekarang “tidak lagi memungkinkan”. Pernah menjadi simbol kejayaan pasar properti China, kejatuhan Evergrande menegaskan rapuhnya sektor ini, nan sekarang tertekan oleh penurunan kepercayaan konsumen, kelebihan pasokan, dan beban utang nan menumpuk.
