ARTICLE AD BOX
Technoz, Jakarta - Komisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) alias United Nations Statistical Commission merespons laporan Center of Economic and Law Studies (Celios) nan meminta investigasi teknis atas metode penghitungan info pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebelumnya, Celios mengirim surat resmi kepada badan statistik milik PBB, ialah United Nations Statistics Division dan United Nations Statistical Commission, untuk melaporkan dugaan nihilnya tranparansi dan kecermatan statistik ekonomi di Indonesia. Dalam surat tersebut, Celios meminta adanya investigasi teknis atas metode penghitungan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
"Mohon yakinlah bahwa kami bakal meneruskan komunikasi Anda dan surat terlampir kepada United Nations Statistics Division, nan bertanggung jawab atas hal-hal teknis mengenai prinsip-prinsip dasar statistik resmi dan pekerjaan kami," ujar Ketua United Nations Statistical Commission Georges-Simon Ulrich dalam surat resmi nan disampaikan kepada Celios, dikutip Rabu (13/8/2025).
"Kami menghargai komitmen Anda untuk menjunjung tinggi integritas statistik resmi dan upaya Anda dalam mendorong kepatuhan terhadap standar internasional," kata Georges, dikutip dari pesan tertulis nan diterima Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira.
Sebelumnya, surat laporan Celios kepada dua lembaga statistik PBB itu tak terlepas dari kontroversi mengenai info pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 sebesar 5,12% nan dirilis oleh BPS. Laporan ini dianggap jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus, dan diduga tak sesuai dengan kondisi riil perekonomian.