Gen Z Makin Rajin Beli Asuransi Mobil, Ini Penyebabnya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, - Penetrasi asuransi kendaraan ke segmen generasi Z kian meningkat. Hal ini berbanding terbalik dengan tren menurunnya penjualan mobil di Indonesia.

Salah satu pemain industri asuransi otomotif, PT Asuransi Bina Dana Arta, Tbk (ABDA) alias Oona Insurance mencatat lonjakan hingga tujuh kali lipat dalam pembelian asuransi kendaraan oleh generasi Z (kelahiran 1997-2012) hanya dalam kuartal pertama 2025.

Hal ini terjadi di tengah kejadian penjualan mobil di Indonesia nan mengalami penurunan. Mengacu pada info Gaikindo, tercatat 390.467 unit mobil terjual selama semester pertama 2025, dimana terjadi penurunan sebesar 9,7% dibandingkan periode nan sama tahun lalu

"Sepanjang kuartal pertama tahun ini, kami memandang peningkatan tajam dari segmen Gen Z dalam pembelian asuransi kendaraan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran dan sikap proaktif terhadap perlindungan finansial mulai tumbuh kuat di generasi ini," ujar Iwan Kurniawan, Chief of Investment and Strategy Oona Insurance Indonesia, tertulis, dikutip Rabu, (13/8/2025).

Meski demikian, jika dilihat secara keseluruhan, generasi milenial tetap menjadi kontributor terbesar, dengan menyumbang sekitar 70% dari total pangsa asuransi kendaraan di Oona.

Dominasi milenial dalam sektor ini tak lepas dari tingkat kepemilikan kendaraan nan lebih tinggi serta kondisi finansial nan umumnya lebih mapan. Selain itu, kebijakan asuransi tanggung jawab pihak ketiga atauthird party liability (TPL) juga turut mendorong pola pembelian asuransi di beragam golongan usia, khususnya kendaraan nan dibeli melalui kredit.

"Lantas, apa nan mendorong Gen Z untuk mulai melirik asuransi kendaraan? Kuncinya ada di dua hal, ialah meningkatnya kesadaran dan akses nan semakin mudah," tambah Iwan.

Oona menggunakan pendekatan serba digital. Melalui platformnya, pengguna bisa membeli asuransi, mendapatkan jasa darurat ketika di perjalanan, mencari bengkel rekanan, dan mengusulkan klaim-semuanya bisa dilakukan secara online, kapan pun dan di mana pun.

Pendekatan ini relevan bagi Gen Z-kelompok demografi terbesar di Indonesia dengan populasi sekitar 74,93 juta orang alias setara 27,94% dari total masyarakat (BPS). Perilaku konsumsinya disebut sangat dipengaruhi oleh platform digital dan media sosial, sehingga mereka condong mengutamakan kecepatan, transparansi, dan kemudahan dalam setiap interaksinya dengan brand.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan untuk mewajibkan asuransi third party liability bagi kendaraan bermotor pada 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya tetap menunggu Peraturan Pemerintah (PP) mengenai agar kemudian bisa merumuskan patokan turunan baik melalui (POJK) Peraturan OJK alias Surat Edaran (SE) OJK.

"Kami juga bakal follow up peraturan pemerintah itu seperti apa," ujar Ogi kepada wartawan di Jakarta, Senin, (3/2/2025).

Diketahui, saat ini TPL diwajibkan bagi kendaraan nan kepemilikannya melalui pinjaman dari bank alias dari multifinance. Sementara untuk masyarakat nan membeli mobil secara cash alias sudah lunas, tidak diwajibkan untuk membeli TPL.

Dengan TPL, perusahaan asuransi lah nan nantinya bakal memberikan tukar rugi terhadap pihak ketiga nan secara langsung disebabkan oleh kendaraan bermotor nan dipertanggungkan, sebagai akibat akibat nan dijamin di dalam polis.


(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Ternyata Ini Biang Kerok Premi Asuransi Turun 2 Bulan Berturut-turut

Selengkapnya