Dansat Brimob Minta Maaf Amankan Anggota Tni Saat Rusuh Di Palembang

Sedang Trending 4 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

Senin, 01 Sep 2025 01:23 WIB

Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Susnadi penjelasan bahwa Pratu Handika Novaldo tidak terlibat dalam kerusuhan di DPRD Sumsel. Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan Kombes Susnadi memohon maaf lantaran telah menangkap personil TNI AD Pratu Handika Novaldo saat tindakan berujung rusuh di instansi DPRD Sumsel dan Ditlantasdi Kota Palembang pada Minggu (31/8) awal hari. Ilustrasi (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, --

Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan Kombes Susnadi memohon maaf lantaran telah menangkap anggota TNI AD Pratu Handika Novaldo saat tindakan berujung rusuh di kantor DPRD Sumsel dan Ditlantasdi Kota Palembang pada Minggu (31/8) awal hari.

Susnadi memberikan penjelasan mengenai beredarnya video nan menampilkan dirinya saat mengamankan Pratu Handika saat terjadi tindakan unjuk rasa di Palembang.

Susnadi menegaskan kejadian ini murni kesalahpahaman.

"Kami minta maaf atas kejadian ini. Tidak ada indikasi keterlibatan Pratu Handika dalam perusakan maupun pembakaran," kata Susnadi di Palembang, dikutip Antara.

Anggota TNI AD dari Batalyon Kavaleri itu diamankan di sekitar SPBU Jalan Demang Lebar Daun, Kota Palembang, lantaran diduga terlibat dalam tindakan kerusuhan di instansi DPRD dan instansi Ditlantas.

Pratu Handika diketahui sedang dalam masa libur dari aktivitas latihan kader pencak silat militer saat diamankan.

Susnadi mengaku saat malam kejadian pihaknya sedang menindak golongan nan merusak pos polisi dan gedung DPRD Sumsel.

Ia memastikan tak ada keterlibatan Pratu Handika dalam perusakan maupun pembakaran di letak tersebut.

"Setelah kami periksa di lapangan bahwa pelaku memang tidak ada indikasi terlibat dengan peristiwa pembakaran ataupun kerusakan di gedung DPRD tersebut," katanya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 19 detik viral di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan Susnadi berbareng personil Brimob mengamankan seorang pemuda berbaju hitam nan kemudian diketahui merupakan personil TNI.

Pemuda tersebut sempat menunjukkan kartu tanda personil (KTA) militer.

Patroli besar-besaran

Aparat campuran TNI dan Polri menggelar patroli malam skala besar di Kota Palembang guna mengantisipasi tindakan unjuk rasa berujung ricuh.

Patroli itu dimulai pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB, dengan menggunakan kendaraan operasional. Aparat menyusuri setiap wilayah Palembang.

Aksi unjuk rasa terjadi di Palembang pada Minggu awal hari.

Empat pos Satlantas nan dirusak oleh orang tak dikenal dalam tindakan tersebut, ialah pos polisi Simpang Lima DPRD Sumsel, pos polisi di bawah Flyover Simpang Polda Sumsel, pos polisi Flyover Sekip.

Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian Ryacudu mengatakan pihaknya juga telah mengamankan sebanyak 50 orang mengenai perusakan akomodasi gedung DPRD Sumsel dan Ditlantas Polda Sumsel.

"Bahkan ada nan tetap usia belia. Ini sangat disayangkan. Kami bakal berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua untuk pembinaan lebih lanjut," kata Andi.

Sementara itu aliansi mahasiswa di Palembang, akan menggelar tindakan demo pada Senin 1 September 2025.

(fra/antara/fra)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya