ARTICLE AD BOX
Technoz, Jakarta - Universitas Paramadina meminta Badan Pusat Statistik (BPS) segera memberi penjelasan terbuka mengenai laporan info pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 nan belakangan menjadi kontroversi.
"Kami berambisi BPS segera memberikan penjelasan terbuka, menyajikan raw info (data mentah) untuk ditelaah publik, dan menegaskan kembali posisinya sebagai lembaga nan berintegritas dan independen," demikian tercantum dalam keterangan pers, dikutip Senin (11/8/2025).
Dalam pernyataannya, Universitas Paramadina memaparkan nomor pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 nan diumumkan BPS sebesar 5,12% (year-on-year/yoy) menimbulkan pertanyaan besar, di tengah realita ekonomi nan dirasakan masyarakat dan bumi usaha. Misalnya, tentang daya beli nan melemah, konsumsi rumah tangga nan stagnan, pesimisme produsen dan peningkatan PHK di beragam sektor industri.
"Banyak kalangan tidak percaya, dan ini berpotensi bergulir menjadi bola liar nan merusak kredibilitas BPS."
Sebagai lembaga negara nan mengemban petunjuk konstitusi untuk menyediakan info nan betul dan dapat dipertanggungjawabkan, publik dianggap berkuasa mengetahui secara jelas dan rinci terkait:
- Metodologi dan dugaan kalkulasi PDB, termasuk sumber data, pembobotan sektor, dan metode estimasi, nan dapat diverifikasi oleh beragam pihak.
- Penjelasan mengenai kesenjangan antara info pertumbuhan ekonomi jenis BPS dan indikator-indikator ekonomi sektoral nan justru menunjukkan perlambatan.
- Komitmen BPS untuk menjaga independensi penuh dari tekanan alias intervensi pihak manapun, demi memastikan bahwa info bukanlah perangkat legitimasi politik, melainkan gambaran realita nan akurat.